maybe, silent is better
beberapa hari yang lalu saya terlalu berisik. saya mengirimkan banyak postingan di WhatsApp Story tentang perkembangan AI, etika AI, masalah yang dihadapi perusahaan AI sekarang. saya mengirimkan dengan secara sadar untuk memancing keributan dengan orang-orang yang sangat pro dengan AI. yaitu orang-orang yang hampir selalu mendukung keberadaan AI, dan merasa orang-orang yang tidak menggunakan AI atau tidak setuju dengan keberadaan AI adalah sebuah masalah.
saya tidak mau membahas masalah tentang menggunakan AI itu salah atau engga, mendukung keberadaan AI itu salah atau engga, belajar itu masih penting atau engga. saya sendiri berada di sisi pihak yang tidak mendukung keberadaan AI.
sebenarnya ini masalah klasik. saya dulu juga pernah merasa aneh kenapa teman-teman saya tidak ada yang suka belajar ngoding, atau bisa belajar secara otodidak.
Note: tidak bermaksud menyinggung siapapun, dan sejak kapan berharap orang lain menjadi pintar adalah sebuah hal yang menyinggung.
pada akhirnya ini tidak penting, pintar atau tidak pintarnya seseorang bukan urusan saya.
menurut saya daripada mencoba membuat sebuah taman gersang menjadi hijau, mending saya mencari hutan yang sudah hijau.
lebih baik saya menghabiskan waktu dan energi saya untuk memikirkan masa depan saya sendiri. karena saya masih sangat miskin dan sangat bodoh :)