kenapa devops adalah pekerjaan masa depan
singkatnya, karena banyak vibe coder ga bisa melakukan deploy AI slop yang telah mereka buat ke production. biasanya hanya sebuah landing page yang berjalan di localhost XD
jawaban seriusnya, karena banyak manusia yang tidak trust dengan AI untuk melakukan setup Continuous Integration/Continuous Delivery or Deployment (CI/CD). atau mungkin juga karena belum tau bahwa AI bisa melakukan hal tersebut.
dan karena devops dilakukan di cloud computer, mungkin rasanya unfamiliar untuk sebagian orang. berbeda dengan programming yang biasanya dilakukan di local computer menggunakan AI Agents seperti Claude Code atau Github Copilot. atau bahkan bisa on the fly menggunakan web generator seperti Lovable.
bisa aja sih menggunakan Platform as a Service (PaaS) seperti Vercel atau Cloudflare Workers. dan ini adalah solusi yang scalable, tetapi bisa membuat tagihan cloud membengkak.
solusi yang scalable dan murah adalah menyewa virtual machine, melakukan setup load balancing dan sebagainya.
tentunya untuk membuat sistem yang scalable dan low latency di seluruh dunia harus paham tentang distributed computing (ini masih butuh programmer yang mengerti).
jadi menurut saya, AI bisa membantu untuk mempercepat pengembangan software. tetapi untuk bagian tertentu masih butuh manusia yang lebih expert. seperti yang saya jelaskan sebelumnya, ini adalah masalah trust dan sesuatu yang unfamiliar bagi sebagian orang.
yang familiar untuk sekarang kan adalah membuat web slop pake AI terus mengejek-ngejek orang yang mengambil program studi Teknik Informatika dan orang-orang yang udah bekerja sebagai Software Engineer bertahun-tahun XD